Lailatul Ijtima Ranting NU Sumberagung Bukan Pertemuan Biasa
Setiap bulan, Pengurus Ranting Sumberagung Sumberbaru,
Jember, Jawa Timur menggelar pertemuan rutin yang disebut lailatul ijtima.
Tidak semata ajang berkumpul, pada acara tersebut juga diisi dengan berbagai
kegiatan hingga pengumpulan dana yang manfaatnya kembali kepada warga. Sama
seperti yang dilakukan pada Sabtu malam (24/12) lalu. Pertemuan yang kebetulan
di akhir Desember 2021 ini gilaran
bertempat di mushalla, Dusun Banjarjo Timur.
Agenda rutin bulanan warga Nahdlatul Ulama ini dalam rangka
mempererat silaturahim di antara tokoh masyarakat dan tokoh agama di wilayah
setempat. Dan lailatul ijtima sebagai kegiatan rutin warga yang dilaksanakan di
semua jenjang kepengurusan NU. Di Sumberagung sendiri, acara diisi dengan
shalat sunnah dan pembacaan Rotibul Haddad yang dipimpin Rais PRNU Sumberagung,
Ustadz Ahmad Rosyidi. Kegiatan dilanjutkan dengan sambutan organisasi yang
disampaikan Ketua PRNU Sumberagung, Sulton Mustofa.
Dalam sambutannya, Cak Sulton sapaan akrabnya menyampaikan terim kasih
atas kehadiran para tokoh dan segenap pengurus yang dengan istikamah
menyempatkan waktunya untuk menghadiri lailatul ijtima.
"Ada 5 is dalam memperkuat ukhuwah islamiyah dan tali silaturahim
dalam menjaga prinsip Ahlusunnah wal Jamaah,” kata. Rais PRNU Sumberagung yang dimaksud adalah istikharah, istihadah,
istighfar, istighotsah dan istikamah.
“Istikaharah artinya memohon petunjuk, agar jalan yang kita tempuh ini
tidak salah dalam melangkah,” terangnya. Istighfar artinya memohon ampun kepada
Allah SWT karena setiap saat pasti punya salah dan dosa, lanjutnya. Istighotsah
artinya memohon pertolongan karena hanya Allah tempat meminta segala
sesuatu. “Sedangkan istikamah artinya
tetap ajeg atau disiplin dalam menjalankan sesuatu,” pungkasnya.
Kedepan disepakati Lailatul Ijtima akan diisi dengan kajian kitab Tashawwuf yang akan di sampaikan oleh Rais PRNU Sumberagung, Ustadz Ahmad Rosyidi. Kegiatan ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Kyai Ahmad Barizi
Kontributor: Edi Junaidi
Editor: M. Musleh
Comments
Post a Comment